
Harga kopi siap untuk menanjak seiring dengan kenaikan ekspor di Brasil dan Kolombia sebagai produsen kopi arabika terbesar dunia. Penurunan nilai tukar mata uang negara produsen itu dan permintaan kopi global yang meningkat menjadi penyokong utamanya.
Harish Sundaresh, Analis dan Manajer Komoditas Loomis Sayles Alpha Strategies mengatakan pertumbuhan konsumsi kopi global sudah mencapai level tertinggi. Serta produksi kopi Brasil pada tahun ini yang menurun menjadi tambahan pendorong laju harga kopi.
"Saya yakin harga kopi akan melonjak," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Senin (7/9/2015).
Ekspor Brasil pada bulan lalu naik hampir 3 juta karung (180.000 ton) dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu sebesar 2,7 juta karung (162.000 ton). Kenaikan ekspor bulanan itu menjadi yang ketiga secara berturut-turut.
Produksi kopi Brasi diprediksi kembali meningkat pada tahun depan seiring dengan hujan yang terjadi baru-baru ini. Itau Unibaco memproyeksikan produksi kopi Brasil tahhun depan mencapai 48 juta karung (2,88 juta ton) dibandingkan dengan tahun ini yang diperkirakan sebesar 45 juta karung (2,7 ton).
Rabobank International memprediksi Brasil memiliki potensi untuk meningkatkan produksi kopinya hingga 62 juta karung (3,72 ton).