
YAPENSA.OR.ID, Ganting Labbo - Dalam Project Bawakaraeng Coffee, yapensa sudah mengadakan pertemuan dibeberapa Kelompok Tani (Poktan) Kopi di Kawasan Gunung Bawakaraeng-Lompobattang meliputi Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Gowa. Antusias Petani sangat tinggi disetiap pertemuan, Petani pun banyak yang mengungkapkan keberuntungannya hadir pada pertemuan kelompoknya.
Seperti pada saat Yapensa mengadakan temu kelompok yang pertama kalinya diPoktan "Abbulo Sibatang" Desa Labbo Bantaeng (30/1/2016) dengan Pemateri Yapensa (awaluddin dan Hamzah), ada Petani yang jujur baru berminat hadir pertemuan kelompok tani disaat Yapensa yang mengadakan.
H. Subhan mengungkapkan dalam dialog bahasa Konjo "Lampaku nakke anne minawang pertemuang rikelompokku, Yapensa tompi yang pa'nia pertemuang nakuero, ka kulangngere Yapensa antamaki riakkalaka batenna a'dampingi Petani, biasangku kumbalaa nakke tanre le'ba kuhadir" artinya baru kali ini saya mengikuti pertemuan dikelompok kami, Yapensa yang adakan baru saya ingin hadir karena yang saya dengar Yapensa cara pendampingannya yang masuk diakal, biasanya saya terbilang nakal tidak pernah hadir pada pertemuan yang lainnya.
Pendampingan Yapensa yang masuk diakalpun diungkapkan oleh Pak Basri (Petani) yang mengatakan " tehnik pemupukan yang diajarkan oleh Pak Awaluddin betul-betul masuk diakal tentang tehnik pemupukan, Petani diharap melakukan pemupukan berimbang. Pada pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak lain, saya mendapatkan tehnik pemupukan harus hanya pupuk organik dan saya pun melaksanakannya malah kopi saya mati karena pupuk ternyata tak berimbang dan ketidak mampuan saya membeli pupuk organik yang banyak untuk kebutuhan tanaman, beruntung saya hadir pada pertemuan kelompok tani ini karena mendapatkan pemahaman budidaya yang masuk diakal tentang pemupukan sebenarnya harus berimbang.
"Boleh hanya memakai pupuk organik, malahan itupun sebenarnya sangat diharapkan dan bagus, akan tetapi harus juga melihat dari segi kemampuan Petani, apakah bisa membeli pupuk organik sebanyak yang diperlukan tanaman. Jalan keluarnya berilah pupuk berimbang antara organik UREA NPK atau sejenisnya yang masih direkomendasikan oleh pemerintah, kata Pak Awaluddin.
Pada pertemuan tersebut, Pemateri juga membahas tentang budidaya, sertifikasi dan Pestisida yang diharap Petani dapat meningkatkan kualitas kopinya untuk peningkatan kesejahteraan.
(Prd)
Tag : https://www.fordfoundation.org/ , http://enbizinetwork.blogspot.co.id/ , http://www.bantaengkab.go.id/