
YAPENSA.OR.ID, Mamampang - Meeting yang terlaksana di Desa Mamampang, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa (31/3/2016) tersebut merupakan pertemuan pertama kalinya mengenai Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Bawakaraeng kopi (Manipi dan Sinjai) setelah dibentuk tim perumus (Tim 9) pada sosialisasi MPIG di Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sinjai (lihat berita sebelumnya, kunjungi http://yapensa.or.id/berita_detail.php?ID=35 ).
Pertemuan tersebut merupakan langkah dari hasil kesepakan pada waktu sosialisasi yakni Menyepakati Waktu Tim Perumus untuk menyusun Pedoman Teknis & Pembentukan Pengurus MPIG Bawakaraeng Kopi Kabupaten Sinjai. Selain membahas tentang kepengurusan, juga membahas tentang tantangan dan kendala yang dihadapi selama ini terutama adanya pedagang luar yang masuk membeli buah kopi yang masih hijau.
H. Abd. salam Daeng Sibali (Ketua Komisi II DPRD Sinjai) yang merupakan salah satu dari Tim 9 mengatakan "untuk pembentukan pengurus terutama Ketua MPIG sebaiknya yang betul-betul sangat mengerti tentang kopi, mengenai kendala pedagang luar yang membeli kopi hijau dapat dengan menyebarkan selebaran tentang larangan membeli dan menjual kopi yang dipetik hijau. Di Sinjai Barat telah diterapkan dan terbilang berhasil berkat kekompokan antara Koramil, Polisi dan pedagang Lokal yang pernah menyita dan menumpahkan pembelian kopi petik hijau".
Hermansyah Gafur selaku Deputy Project Leader Bawakaraeng Coffee di Yapensa menjelaskan bahwa untuk pengurusan yang berkaitan ke Kemenkumham pihak Yapensa yang akan mengurusnya. Untuk memperkuat MPIG, Yapensa juga sementara telah mendata Petani/lahan untuk program Sertifikasi Petani Kopi di Sinjai Barat dan Bantaeng yang tujuannya untuk mempatenkan dan memperkenalkan kopi di kawasan Bawakaraeng di pasar global".
Dalam pertemuan tersebut, perbincangan pun terlihat seru terutama tentang pemilihan Ketua MPIG. disimpulkan bahwa Ketua MPIG nantinya selain mengetahui betul tentang dunia perkopian, juga yang bisa betul-betul fokus dari segi pemikiran dan waktu pada temu acara MPIG.
"Penunjukan Ketua setidaknya yang harus siap kemana-mana karena Ketua MPIG nanti pasti akan diundang keacara-acara yang berhubungan tentang kopi dan Indikasi Geografis" ucap awaluddin (Master Trainer Yapensa).
Beliau pun menambahkan bahwa " pembentukan pengurus MPIG sebisa mungkin secepatnya dirampungkan karena dijadwalkan sekitar bulan Juni akan ada Workshop sekaligus pengukuhan kepengurusan MPIG".
Keseriusan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sinjai dalam program MPIG juga terlihat. "Disbunhut Sinjai telah mengajukan anggaran dana untuk MPIG dan akan cair di triwulan kedua" ungkap Syafruddin, SP (Kabid Kelembagaan Usaha dan Pemasaran Hasil Perkebunan).
Kedepannya diharapkan MPIG Bawakaraeng Coffee akan dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan potensi kopi specialty Bawakaraeng khususnya oleh Petani kopi itu sendiri menuju pasar global.
(Prd)
Tag : https://www.fordfoundation.org/ , http://www.puantamanipi.com , http://www.sinjaikab.go.id/v2/ , http://enbizinetwork.blogspot.co.id/ , http://www.bantaengkab.go.id/, http://gowakab.go.id/