
Sebanyak 50 perwakilan petani kopi kawasan hutan lindung 5 kabupaten,perwakilan organisasi sosial kemasyarakatan,perwakilan pemerintah dan legislatif antaeng,Bulukumba,Sinjai,Jeneponto dan Gowa studi banding system pengelolaan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat di Hotel Ahriani, Bantaeng, Kamis (16/3).
Kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Pensa Global Agromandiri (Yapensa) dihadiri Bupati Bantaeng HM.Nurdin Abdullah,project leader program Bawakaraeng Coffee, Dr.Zaenudin Toyib,SU, tokoh masyarakat Desa Labbo Bantaeng, Subhan dan master trainer Yapensa Makmur Sakibe,SP,M.Si dan Jufriadi,SP, direktur executive YAPENSA Hermansyah Gafur,SP,M.Si dan Ikhsan dari YAPENSA.
Tujuannya, meningkatkan pemahaman pentingnya pengembangan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan dengan kopi arabika sebagai komoditi utamanya.
Diharapkan, pasca studi banding,peserta bertambah pemahaman manajemen pengelolaan hutan dan mampu membangun jaringan dan kerjasama semua stakeholder di Bawakaraeng Lompobattang untuk pengembangan kawasan hutan secara berkelanjutan dengan komoditi utama kopi arabika.
Selain itu, agar dapat membantu masyarakat mengelola hutan berkelanjutan dan diversifikasi sumber pendapatan sehingga kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan. (ipa/arf).