
BANTAENG - Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah optimis jika produksi kopi di Bantaeng mampu merambah hingga ke pasar internasional.
Itu diungkapkan Nurdin dalam Study Banding Pengelolaan Hutan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Bagi Petani Kopi di Kawasan Pegunungan Bawakaraeng dan Lompobattang, yang digagas oleh Yayasan Pensa (Yapen) Global Agromandiri di Bantaeng, Kamis, 16 Maret 2017.
"Saya pikir kita perlu saling merangkul. Jangan hanya Bantaeng namun juga kabupaten lainnya harus bersinergi bersama mengelola kopi sehingga kopi Sulsel dapat bersaing di dunia internasional," ujar Nurdin.
Study banding ini diikuti perwakilan petani kopi dari 5 Kabupaten di Sulsel. Zainuddin Toyib selaku Project Leader Yapensa mengungkapkan jika pada daerah bagian selatan Sulsel memang merupakan kawasan yang sangat berpotensi besar.
"Bantaeng adalah daerah yang mampu menghasilkan kopi arabika dengan mutu yang sangat baik, tidak kalah dengan daerah yang berada di bagian utara Sulsel," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pula pengukuhan Pembina Komunitas Kopi dari 5 Kabupaten di antaranya Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai. Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Syamsu Alam, Kadis Pertanian Rahmaniah, dan Kepala Yapensa Hermansyah.
Diva
Editor : Arul Ramadhan
Publisher : Arul Ramadhan