
YAPENSA.OR.ID, Bantaeng (23/11/2017) - Dalam melakukan tinjauan terhadap desain demokrasi di Indonesia dalam rangka mengakomodasi keberagaman, Focused Group Discussion (FGD) diselenggarakan oleh Direktorat Politik dan Komunikasi Kementerian PPN/Bappenas di ruang rapat kantor Bappeda Bantaeng.
Kegiatan tersebut di ikuti oleh Bappeda Bantaeng, Kesbangpol, YKPM, Yapensa, Koalisi Perempuan Indonesia, Forum Delegasi Musrembang (FDM), serta rainforest Alliance.
Dalam FGD, berlangsung diskusi seputar perkembangan pembangunan di Bantaeng berkaitan partisipasi masyarakatnya dari segala sisi seperti kebersihan, kesehatan dan agribisnis.
Mahmudin dari FDM mengatakan "keberhasilan di Bantaeng karena tidak adanya ego struktural untuk membahas masalah bersama dengan pendamping desa dan pihak lainnya, serta kelebihan Bantaeng karena memiliki Musrembang khusus perempuan dan anak yang dipisahkan kegiatannya dengan musrembang reguler.
Pardi dari Yapensa menambahkan "keberhasilan agribisnis di Bantaeng dalam hal Petani Kopi tidak lepas dari kultur budaya Assamaturukkang, selain itu Pemda Bantaeng sangat mendukung semua program pendampingan serta kolaborasi yang solid dengan instansi lainnya seperti TNI dan Polri dalam mendampingi Petani serta teman-teman dari LSM/NGO lainnya".
(Ngst)