
YAPENSA.OR.ID, Makassar - Bertujuan menambah pengetahuan mengenai pengembangan industry kopi Bawakaraeng di Sulawesi Selatan, Yapensa mengadakan pelatihan manajemen mutu dan kualitas kepada Koperasi dan pedagang binaannya di hotel Pesonna Makassar pada tanggal 8 mei 2018, pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Program Bawakaraeng Coffee tahap 3 yang didukung oleh Ford Foundation.
Menurut keterangan Ihsan selaku panitia, Pelatihan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari perwakilan koperasi dan pedagang kopi yang menjadi binaan Yapensa dari Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Jeneponto dan Gowa.
tuntutan pasar global terhadap kebutuhan kopi specialty yang berkualitas semakin meningkat, sehingga kerjasama antar stakeholders utamanya di tingkat Koperasi dan Pedagang merupakan syarat utama dalam meningkatkan posisi tawar dan daya saing untuk pengembangan kopi di kawasan bawakaraeng.
Pada sela pelatihan, Zainuddin Toyib (project leader Bawakaraeng Coffee) menginformasikan bahwa melalui PT. Sulotco jaya (Anak perusahaan Kapal Api) kopi bawakaraeng sempat di promosikan di Tiongkok dan animo disana cukup besar, hal tersebut bisa sebagai pegangan dan semangat mengembangkan bisnis dan Industri kopi bawakaraeng ke depan.
Pada sesi materi, Rachman Supu selaku Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia memberikan pemahaman mengenai peluang dan tantangan industri Kopi di Sulawesi Selatan.
Beliau menjelaskan tentang adanya sertifikasi produk sebagai kegiatan penilaian kesesuaian yang dibangun untuk memberikan kepercayaan konsumen, regulator, industri dan pihak lain yang berkepentingan bahwa produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Melalui pelatihan tersebut, Koperasi mengharapkan adanya pendampingan dari BBIHP menuju sertifikasi SNI yang kebetulan ada program pengurusan SNI gratis oleh BBIHP dan BSM.(Prd)