
YAPENSA.OR.ID, Makassar - 9 Maret 2018, Dalam rangka mempertemukan pelaku usaha kopi dan petani kopi dari kelompok usaha perhutanan sosial di wilayah Sulawesi, Balai PSKL wilayah Sulawesi memfasilitasi kegiatan pengembangan kewirausahaan berupa temu usaha kopi pada tanggal 3 sampai 5 Agustus 2018 di Grand Town hotel Maros dan Tonasa Park Pangkep.
Temu usaha kopi tersebut dihadiri oleh 67 orang peserta, beberapa diantaranya yakni 12 orang Kelompok tani harapan (KTH) Toraja Utara, 6 orang perwakilan Bumdes dari Kabupaten Bantaeng, perwakilan Balang institute, Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan hutan Adat, Asosiasi Eksportir kopi Indonesia Sul-Sel dan Yapensa.
Dalam kegiatan tersebut, Yapensa selain menjadi peserta juga menjadi narasumber dan menyampaikan bagaimana peran Yapensa dalam pengembangan kopi dikawasan gunung Bawakaraeng Lompobattang selama 4 tahun mendampingi kelompok tani, koperasi dan pedangang di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, bantaeng, Jeneponto dan Gowa dalam project Bawakaraeng Coffee yang disupport oleh Ford Foundation.
Ikhsan, perwakilan dari Yapensa mengatakan "terkait dengan tema kehutanan sosial, maka saya menyarankan pentingnya kerjasama antar stakeholders dalam memajukan perkopian di Sulawesi Selatan. Mengingat sebagian wilayah binaan Yapensa juga termasuk kawasan hutan, oleh karena itu perlu kebijakan strategis untuk mendorong sinergi antara pengelolaan hutan berbasis peningkatan ekonomi lokal masyarakat dengan komoditi kopi arabika yang menjadi andalan.
Selain mempertemukan kelompok tani perhutanan sosial,temu usaha ini juga bertujuan untuk membuka wawasan para petani kopi agar berorientasi pada konsumen dan pengembangan produk serta mendapatkan informasi dan memanfaatkan produk kopi dan lokasi perhutanan sosial.
(Prd/ikhsn)