
BARRU – Murid SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang digelar di lingkungan sekolah pada Kamis, 2 April 2026. Berbeda dengan ujian teori di dalam kelas, para siswa ini diuji langsung di lapangan untuk membuktikan kemahiran teknis mereka dalam sektor agribisnis perkebunan.
Ujian tahun ini menjadi strategis karena melibatkan Inkubator Bisnis dan Teknologi Kopi Bawakaraeng sebagai penguji eksternal. Keterlibatan praktisi industri ini bertujuan untuk memastikan standar kompetensi murid selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, khususnya di sektor industri kopi yang tengah menggeliat di Sulawesi Selatan.
Kepala Sekolah SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas kelulusan. “Kami ingin memastikan lulusan kami memiliki ‘mentalitas lapangan’. Itulah mengapa pengujinya datang langsung dari inkubator bisnis agar ada transfer standar kualitas industri kepada siswa,” ujarnya.
Dalam pantauan di lokasi, para murid yang mengenakan rompi lapangan hijau tampak sibuk mempraktikkan berbagai tahapan pemelharaan tanaman. Mulai dari pemangkasan dan pengendalian hama dan penyatkit, semuanya diawasi ketat oleh tim penguji. Fokus utama penilaian tahun ini mencakup:
Ketepatan Teknis: Prosedur lapangan sesuai standar operasional.
Adaptasi Teknologi: Penggunaan alat pendukung pertanian modern.
SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia terus konsisten mengusung konsep pendidikan berbasis ekologi. Terletak di kawasan yang dekat dengan sumber daya alam, sekolah ini berupaya memutus mata rantai pengangguran di usia produktif dengan mencetak wirausahawan muda di bidang pertanian dan perkebunan.
Pihak Kopi Bawakaraeng selaku penguji eksternal mengapresiasi kesiapan para murid. Menurut mereka, kolaborasi antara institusi pendidikan dan inkubator bisnis adalah kunci untuk menciptakan ekosistem industri hulu ke hilir yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaan UKK ini, para Murid diharapkan tidak hanya memegang sertifikat kompetensi, tetapi juga siap bersaing atau memulai unit usaha mandiri yang mampu mengangkat potensi lokal daerahnya masing – masing ke kancah nasional.